subscribe
Inovasi Pembelajaran Matematika Kreatif
Call Us: +6281.822.0898

Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum)

Umumnya buku di Indonesia membahas topik IQ, EQ, dan SQ ini hanya sebatas teori atau normatif belaka. Buku Kecerdasan Quantum ini menjadi istimewa karena didalamnya dijelaskan langkah-langkah praktis untuk mengembangkan ketiga hal tersebut sehingga pembaca dapat langsung mencobanya.

Penulis berusaha memformulasikan berbagai riset mutakhir kecerdasan manusia dengan cara sederhana dan praktis. Bahkan untuk memadukan EQ dan SQ penulis berusaha dengan hati-hati agar dapat diterima dengan baik. Riset Daniel Goleman telah memberi landasan yang kukuh bagi EQ secara ilmiah. Guna memperkukuh EQ dan memadukannya dengan SQ, penulis merujuk pada Stephen Covey yang telah berhasil memaparkan argumentasi kuat melalui studi pustaka 150 tahun terakhir.

Meskipun Goleman dan Covey tidak berhubungan secara langsung, tetapi penulis melihat dengan jelas keselarasan antara keduanya. Goleman menggunakan istilah kecakapan intrapersonal dan interpersonal, sedangkan Covey menggunakan istilah kemenangan private dan public.

Melangkah lebih jauh, untuk memadukan EQ dan SQ, penulis merujuk dialog filosofis Suhrawardi dengan Aristoteles dalam visi-iluminasinya. Melebihi itu semua, penulis menekankan kembali pentingnya langkah praktis yang dapat dipraktikan pembaca. Dalam bagian akhir buku ini, penulis merumuskan kembali beberapa langkah praktis untuk memanfaatkan Kecerdasan Quantum.

Ditulis di Bandung, 01 Oktober 2001
Agus Nggermanto

 


 

“Penulis buku ini telah berhasil memadukan dan menjelaskan IQ, EQ, dan SQ dengan singkat, jelas, dan meyakinkan…. selamat”

KH. Dr. Jalaludin Rakhmat
Pakar Komunikasi, Dosen Fikam Unpad, Bandung

“Buku ini mengajak Anda mengarungi samudra intelek manusia yang berbasis pada temuan mutakhir dalam bidang kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, kecerdasan adversitas (AQ). Tidak ditujukan untuk berdiskusi “ilmiah” yang rumit, buku ini menawarkan cara praktis untuk meningkatkan kemampuan intelek; mulai dari yang sederhana, seperti kemampuan menghafal dan menghitung, kemudian yang lebih rumit, yakni untuk meningkatkan kecerdasan emosional hingga cara meningkatkan kecerdasan spiritual. Dengan meningkatkan berbagai aspek intelegensianya, seseorang diharapkan dapat mengalami quantum (loncatan) intelektual. Anda dapat mencoba untuk meng-quantum-kan intelegensia dengan petunjuk praktis dalam buku ini.”

Dr. Ir. Dimitri Mahayana
Pakar Bisnis IT, Dosen ITB, Bandung

“Manajemen pasca modern mendasarkan dirinya pada inisiatif ketimbang top-down approach; partisipatif ketimbang control and command; kerja sama tim ketimbang kerja individual; emotional intelligence (EQ) ketimbang IQ; spiritual intelligence (SQ) ketimbang pendekatan rasionalistik murni. Untuk keberhasilan perusahaan anda, buku ini dapat membantu peningkatan SDM sehingga mencapai kemampuan untuk learn how to learn, sehingga siap menerapkan change management.”

Ir. Yusuf Effendy
Konsultan dan CEO PT Morteza Teknika Tama

“Bagi mahasiswa dan akademisi yang hendak menemukan potensi intelegensianya yang tersembunyi, inilah buku yang tepat. Memberikan keseimbangan antara aspek teoritis dan praktis, siapapun dapat mengembangkan dirinya dengan mengikuti petunjuk-praktis yang diberikan buku ini.”

Dr. Ir. Hadi Suwastyo
Pakar Telekomunikasi dan Signal Processing, Dosen STTTEL, Bandung

“Untuk sukses pada abad XX, Anda cukup menguasai satu bidang spesialisasi. Pada abad XXI, anda perlu minimal menguasai lima bidang spesialisasi, kecuali yang senang seumur hidup di Kuadran I, yaitu sebagai karyawan. Buku Kecerdasan Quantum ini layak dikonsumsi sebagai unlocking potential power (pembuka gembok potensi), menuju minimal lima spesialisasi”

Masrukhul Amri, MBA, Ph.D.
Direktur The Lift University, Penulis 75 Seni Hidup Produktif




Leave a Reply

Email Subscribtion

LANGGANAN ARTIKEL
Update Dikirim ke email Anda

Visitor Traffic